OBAT HIV

Senin, 08 April 2013

KEMUNDURAN PENANGANAN HIV/AIDS DI INONESIA / HANDLING SETBACK HIV/AIDS IN INDONESIA



Sejak tahun 1985 kasus HIV sudah ada di Indonesia, hingga sekarang berjumlah 92.251 kasus (Laporan Kementerian Kesehatan Triwulan III Tahun 2012). Dan itu kasus yang terdata oleh Dinas Kesehatan seluruh Provinsi, bagaimana dengan jumlah yang tidak terdata …?
Setiap tahun jumlah penderitanya semakin menaik dan semakin mengkhawatirkan, seperti di kota Medan. Sudah ada 3410 kasus, 31 kasus diantaranya akibat transfusi darah (Waspada online, 6 Februari 2013).
Since 1985 HIV cases already exist in Indonesia, until now numbering 92 251 cases (Ministry of Health Reports Third Quarter 2012). And the case is recorded by all Provincial Health Office, how the number was not recorded ...? Every year the number of sufferers is rising and increasingly alarming, as in the city of Medan. Already there are 3410 cases, 31 cases were due to blood transfusion (Waspada online, February 6, 2013).
 
Begitu juga dengan kota Probolinggo, Jawa Timur yang menyatakan Kejadian Luar Biasa karena tidak adanya penanggulangan dari berbagai pihak di Probolinggo 14/02/201 (Kompas.com 13 Februari 2013). Lima balita di Karanganyar dinyatakan positif mengidap penyakit HIV/AIDS. Mereka mengidap penyakit HIV/AIDS karena ditularkan langsung oleh ibu kandungnya. (Solopos.com, Kamis 7/2/2013).
Sebanyak 33 warga Kabupaten Serang, dinyatakan terinfeksi HIV/AIDS, yang disebabkan oleh prilaku seks bebas.
So is the city of Probolinggo, East Java declared an extraordinary event in the absence of responce from  various parties in Probolinggo 14/02/201 (Kompas.com February 13, 2013). Five infants in Karanganyar tested positive for HIV disease / AIDS. Those suffering from HIV / AIDS as passed down by her birth mother. (Solopos.com, Thursday, 07/02/2013). A total of 33 residents Serang, declared infected with HIV / AIDS, which is caused by the behavior of free sex. Ironis memang …
Lain halnya dengan pendapat Menkes dan para medis yang menangani HIV/AIDS, mereka menyatakan semakin banyak yang terdata artinya semakin besar peluang meminimalisir penularan.  
Apa benar hasilnya akan seperti itu …???
Sudah berapa puluh tahun ? toh penularan tetap meningkat …
Kenapa tidak mau melakukan revolusi program? 
Ironic indeed ... As with the Minister of Health and the medical opinion that dealing with HIV / AIDS, they expressed more and more are recorded means greater opportunities to minimize transmission. What was the outcome will be like that ...??? How many tens of years?Transmission continues to increase ... .
Why not do the revolution program ?
Banyak cara yang bisa dilakukan agar penularan semakin sedikit diantaranya:

1.    Beritahu yang benar mengenai penularan HIV. Karena penularan bukan hanya melalui darah saja, namun kelenjar air ludah dan keringat juga bisa(di artikel sebelumnya pernah dibahas). Bukan harus segalon air ludah baru bisa menularkan …  (buktinya : beranikah para medis menelan air ludah penderita HIV setetes  aja ….)
2.    Jangan setengah-setengah memberitahu kinerja HIV jika sudah di dalam tubuh manusia (atau memangnya tidak tahu …)    Ganas dan licik bro ..
3.   Jangan menganjurkan menggunakan kondom untuk melakukan seks bebas. Karena anda tidak bisa menjamin seseorang tersebut tidak akan tertular dengan menggunakan kondom. (dibayar berapa anda oleh perusahaan tsb …?)
4.   Setiap warga-negara wajib melakukan tes HIV/AIDS. Dan jangan dipersulit prosedur pemeriksaannya. (di negara tetangga sudah membuat UU ttg wajib tes HIV bagi mereka yang ingin menikah).
5.   Penyembuhan
Ini langkah yang terakhir yang paling jitu. Belum ada obatnya …? Lalu bagaimana dengan penyembuhan yang telah kami lakukan … lengkap lagi hasil laboratoriumnya …. Anda mau selamat… ?  Konsumsi Sari Dinda … Buktikan sendiri, jangan cuma komentar tapi tidak dilakukan.
Apalagi saat ini, beberapa orang dari negara tetangga sudah mulai mengkonsumsi Sari Dinda …

Semoga anda tidak ikut-ikutan mundur dalam melakukan pengobatan terhadap tubuh anda …

Many ways you can do for the transmission of a few of them:
1. Tell correct regarding HIV transmission. Because not only through blood transmission alone, but saliva and sweat glands can also be (have been discussed in the previous article). Not need a gallon of saliva can transmit the new ... (proof: whether the medical dare swallow saliva HIV patient although only  a drop??2. Do not tell the half of HIV performance if it is in the human body (or not know...)..... Injury and cunning.....3. Do not suggest using condoms for free sex. Because you can not guarantee someone will not be infected by using condoms. (How much you get paid by the company...)
4. Every citizen is required to test for HIV / AIDS. And let's not complicated examination procedures. (In the neighboring countries have made laws know about mandatory HIV testing for those who want to get married). 
5. Healing This last step is the most telling. There is no cure ...? And what about the healing that we've done ... complete another lab results .... You want to survive ...? Consumption Sari Dinda ...Prove yourself, do not just comment but not done. ...Especially at this time, some people from neighboring countries have started taking Sari Dinda ...
Hopefully you do not chimed back in to treatment for your body ...




Minggu, 29 Juli 2012

TES HIV SEDINI MUNGKIN / TES HIV AS EARLY AS POSSIBLE

Peningkatan jumlah penularan HIV/AIDS saat ini sangat tinggi sekarang ini di Indonesia terutama dikalangan ibu rumah tangga. Dan banyak dari mereka yang telah mengetahui pasangannya telah meninggal akibat HIV/AIDS namun tidak berani melakukan tes. Ketika itu mungkin anda masih sehat dan belum merasakan gejala apapun.
An increasing number of HIV / AIDS is currently very high right now in Indonesia, especially among housewives. And many of those who knew her partner had died of HIV / AIDS but did not dare to do the test. When it is possible you are still healthy and not have any symptomsPerlu diingat, HIV dapat berkembang dengan cepat apalagi ketika kondisi tubuh anda lemah. Jangan coba-coba dengan HIV, karena penderitaan berkepanjangan yang akan anda alami nantinya jika anda tidak melakukan tes HIV. Jangan berfikir bahwa pasangan anda tidak mungkin melakukan penyimpangan seks atau bersih dari HIV. Semua manusia normal, ingin melakukan/menikmati “ sesuatu yang baru”. Dan ketika anda terinfeksi HIV, segera mungkin mengkonsumsi makanan yang berprotein tinggi (telur ayam kampung, telur bebek, daging, dll).
 Keep in mind, HIV can develop quickly especially when your body condition is weak. Do not try to HIV, due to prolonged suffering you will experience later on if you do not do the HIV test. Do not think that your partner is not likely to deviate sex or net of HIV. All normal human beings, want to do / enjoy "something new".And when you are infected with HIV, may soon be consuming high protein foods (chicken eggs, duck eggs, meat, etc.). Jika anda ingin melakukan pengobatan HIV/AIDS sebaiknya anda teliti terlebih dahulu obat HIV tersebut yang karena saat ini banyak yang mengaku bisa menyembuhkan HIV/AIDS tanpa ada bukti tes laboratorium yang menyatakan Tes HIV Reaktif (Positif) menjadi HIV Nonreaktif (Negatif) . Dan bila pengobatan HIV/AIDS tersebut hanya menunjukkan bukti jumlah virus yang berkurang tanpa ada HIV Negatif, itu artinya penipuan. Ikutilah langkah mereka yang telah sembuh dari HIV/AIDS, jangan ikuti mereka yang masih sakit karena anda akan bertambah sakit nantinya.
 If you want to make HIV / AIDS treatment you should first carefully HIV drugs is that because many who claim to cure HIV / AIDS with no evidence of laboratory tests that states Reactive HIV Test (Positive) became HIV nonreactive (negative). And if the treatment of HIV / AIDS is only evidence that reduced the amount of virus without HIV negative, it means deception. Follow those steps that have been cured of HIV / AIDS, do not follow them are still sore because you will get sick later. 

Rabu, 18 Juli 2012

OBAT HIV DAN TES HIV / HIV DRUGS AND HIV TEST

Beberapa tahun lalu banyak yang mengatakan penularan HIV/AIDS hanya melalui darah, kecil kemungkinan HIV dapat menular melalui air ludah. Padahal sesuai dengan penelitian yang kami lakukan, segala sesuatu yang keluar dari tubuh manusia dalam bentuk cair dapat menularkanSeveral years ago many were saying the transmission of HIV / AIDS through a blood only a small likelihood of HIV can be transmitted through saliva. In fact, according to the research we've done, everything that comes out of the human body in the form of liquid can pass.Sekarang ini ilmuwan Amerika sudah menemukan alat untuk melakukan tes HIV dengan air ludah. dan mungkin beberapa bulan ke depan sudah dipasarkan di Indonesia. Begitu juga dengan obat HIV yang kami namakan herbal SARI DINDA benar-benar terbukti dapat membunuh HIV, namun banyak yang belum yakin, padahal sudah banyak yang sembuh dan sudah ada bukti tes laboratorium yang menyatakan bahwa HIV Reaktif bisa menjadi HIV Nonreaktif. Mungkin harus orang luar dulu yang mengakuinya baru masyarakat Indonesia yakin.
 Right now American scientists have found a tool to do the HIV test with saliva.and probably the next few months has been marketed in Indonesia. Likewise with our HIV medicines called herbs SARI Dinda actually shown to kill HIV, but many are not sure yet, but already many are cured and have no evidence of laboratory tests which stated that HIV could be HIV reactive nonreactive. Outsiders may have to admit first that the new Indonesian people believe.
Namun sayangnya hal tersebut menjadi bencana sendiri bagi penderita HIV/AIDS di Indonesia karena mesti berapa banyak dulu korban yang jatuh baru pemerintah yakin akan manfaat obat HIV herbal SARI DINDA. Bisa-bisa negara lain yang membeli obat HIV ini dan dijual lagi ke Indonesia. Memang sudah budayanya seperti mungkin pemerintah Indonesia.
But unfortunately it is a disaster itself for people with HIV / AIDS in Indonesia because of how much should be the first victim of the new fall the government convinced of the benefits of herbal medicine HIV SARI Dinda. It could be other countries who buy these HIV drugs and sold again to Indonesia. It's been like a possible cultural Indonesian government. 

Kamis, 26 April 2012

ANJURAN PEMERINTAH YANG MENYESATKAN / RECOMMENDED GOVERMENT MISLEADING

Karunia ALLAH yang begitu besar diberikan kepada keluarga saya, tidak ternilai apa yang telah diberikanNYA. Walaupun banyak uang yang harus saya keluarkan untuk mendapatkan kesembuhan.
 GOD is so great bounty given to my family, not what he has given invaluable. Although much money should I spend to get healing.Saya adalah wanita hamil yang beberapa bulan lalu telah sembuh dari HIV/AIDS (HIV NEGATIF/NONREAKTIF) dengan mengkonsumsi herbal SARI DINDA. Tanggal 23 April 2012 saya melakukan tes HIV ulang beserta suami dan anak-anak saya. Hasilnya tetap HIV Negatif/Nonreaktif di RS Kanker Dharmais. Sungguh luar biasa apa yang telah terjadi pada saya dan bayi yang saya kandung. Setelah melahirkan, bayi saya juga HIV Nonreaktif. Walaupun banyak orang yang mengatakan belum ada obatnya, namun karena dengan keyakinan dan keinginan untuk sembuh, saya ikuti pengobatan dengan menggunakan herbal Sari Dinda.
 I was a pregnant woman who a few months ago has been cured of HIV / AIDS (HIV NEGATIVE / nonreactive) with Dinda taking herbal SARI. Dated 23 April 2012 I did a repeat HIV test along with my husband and my children. Results remain HIV negative / nonreactive Dharmais Cancer Hospital. It is remarkable what has happened to me and my baby bladder. After giving birth, my baby is also HIV nonreactive. Although a lot of people who say there is no cure, but because of the confidence and desire to heal, I follow the treatment by using herbal Sari Dinda.
Awalnya saya mengikuti pengobatan yang dianjurkan oleh pemerintah, yaitu mengkonsumsi ARV. Namun karena saya ingin sembuh, saya tidak melanjutkan pengobatan dengan mengkonsumsi ARV tersebut, karena kondisi saya ketika itu sedang hamil dan saya tidak mau bayi yang dikandungan saya tertular. Dan dokter tidak berani memberikan jaminan kepada saya jika nanti setelah mengikuti program pemerintah, bayi saya tidak tertular.
 I initially followed the recommended treatment by the government, which is taking ARV.But because I want to heal, I did not continue the treatment with ARV, because my condition when I was pregnant and did not want my baby in my womb infected. And doctors do not dare to guarantee to me if later after following the government's program, my baby is not infected. Jika saya ikuti program pemerintah tersebut saat ini saya dan bayi saya pasti masih terinfeksi HIV/AIDS. Saya dan keluarga ingin berbagi dengan teman-teman penderita HIV/AIDS dan menganjurkan untuk melakukan pengobatan HIV/AIDS dengan menggunakan herbal SARI DINDA dan ini bukan promosi, namun jika anda ingin kesembuhan total ikutilah apa yang telah saya lakukan.
Salam Hangat
 Anggrek
 If I follow the government's current program and my baby would still be infected with HIV / AIDS. I want to share with family and friends of people with HIV / AIDS and advocated for treatment of HIV / AIDS by using herbal SARI Dinda and this is not a promotion, but if you want complete recovery follow what I have done.  Best RegardAnggrek 

Selasa, 10 April 2012

BIAYA MAHAL NAMUN MEMPEROLEH KESEMBUHAN / EXPENSIVE COST BUT GET HEALING

Umur saya 39 tahun Maret 2012 dan tinggal di Palembang, saya terinfeksi HIV sejak tahun 2006 dan saya telah mengkonsumsi ARV selama 5 tahun. Beberapa bulan yang lalu kondisi tubuh saya semakin lemah, saya sangat khawatir sekali, karena saya bertanggung jawab atas kehidupan anak dan istri saya.

I am 39 years of age in March 2012 and lived in Palembang, I was infected with HIV since 2006 and I have been taking antiretroviral drugs for 5 years. A few months ago my body is getting weaker, I was very worried, because I am responsible for the lives of children and my wife.
Saya pernah ikut forum HIV/AIDS di internet dan suka surfing mencari pengobatan HIV/AIDS selain ARV. Yang saya temukan hanya herbal Sari Dinda yang mempunyai bukti dan pengalaman dalam penyembuhan HIV/AIDS. Karena saya benar-benar ingin sembuh, maka saya mencoba mengkontak mereka dan mulai mengkonsumsi Sari Dinda. Mereka melarang saya meneruskan ARV, karena tidak ada gunanya dan tidak mempunyai kesembuhan dan mereka mengatakan bahwa tidak akan terjadi apa-apa jika saya menstop ARV.
 I've joined a forum of HIV / AIDS in love surfing the internet and look for the treatment of HIV / AIDS in addition to ARV. What I have found only herbal Sari Dinda who have evidence and experience in the treatment of HIV / AIDS. Because I really want to heal, then I tried to contact them and start taking Sari Dinda. They forbade me to continue antiretrovirals, because there is no point and has no cure and they said that would not happen if I stop the ARV. Jumlah virus saya hampir 1 juta copies, dan biaya yang harus saya keluarkan sangat banyak sekali (dengan berat hati saya harus menjual mobil). Saya minta garansi uang kembali jika tidak sembuh dan mereka menyepakatinya. Hanya 3 bulan saya konsumsi herbal Sari Dinda, Tes HIV terakhir saya sudah HIV Nonreaktif (negative). Antara yakin dan tidak, saya melakukan tes HIV sebanyak dua kali dan hasilnya tetap sama yaitu HIV Nonreaktif. Tidak sia-sia perjuangan saya dalam melakukan pengobatan dan mengeluarkan uang dalam jumlah besar. Sungguh Allah Maha Pengasih dan Penyayang saya masih diberikan kesembuhan olehNYA melalui herbal Sari Dinda.
Kevi
The amount of virus I nearly 1 million copies, and the cost should I spend very much at all (with a heavy heart I have to sell the car). I'm a money back guarantee if it does not heal and they agreed. Only 3 months I consume herbal Sari Dinda, my last HIV test was HIV nonreactive (negative). Between confident and did not, I took an HIV test twice and the results remain the same, namely HIV nonreactive. Not in vain I struggle to do the treatment and spend money in large amounts.Indeed God Compassionate and Merciful I was given by him through herbal healing Sari Dinda. Kevi 

Senin, 06 Februari 2012

PEMERINTAH YANG BODOH ATAU MASYARAKAT YANG DIBODOHI / STUPID GOVERNMENT THE OR SOCIETY WAS FOOLED

Kementerian Kesehatan dan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional mengatakan bahwa mereka berhasil menanggulangi HIV/AIDS di Indonesia terbukti dengan semakin banyaknya jumlah penderita HIV/AIDS yang terdata di lapangan. Hal ini terjadi karena semakin banyaknya tempat untuk melakukan konseling (Voluntary Counseling Test = VCT) di seluruh Indonesia sehingga para penderita HIV/AIDS dapat terjangkau di seluruh pelosok tanah air. Serta sesuai dengan teori puncak gunung es, bahwa setiap tahun akan semakin naik jumlah penderita HIV/AIDS.
Keterangan diatas menunjukkan terjadinya pembodohan kepada masyarakat atau pemerintah sendiri yang bodoh ….?
Stupid government The or Society was fooled Ministry of Health and the National AIDS Commission said that they managed to cope with HIV / AIDS in Indonesia proved by the increasing number of people living with HIV / AIDS were recorded in the field. This happens because of the increasing number of places to seek counseling (VCT = Voluntary Counseling Test) in Indonesia so that people with HIV / AIDS can be affordable in the entire country. And in accordance with the theory of the iceberg, that every year will further increase the number of people living with HIV / AIDS. Above information indicates the occurrence of duping the public or the government itself is stupid ....? 
Seharusnya dilakukan pengobatan yang tepat dan benar-benar bisa menyembuhkan/membunuh virus HIV. Bukan melakukan pengobatan dengan terapi seumur hidup yang akhirnya dalam tempo beberapa waktu meninggal juga. Sangat disayangkan program yang dilakukan sia-sia dan tidak mempunyai manfaat sama sekali. Begitu juga dengan anggaran yang dipergunakan tiap tahun terbuang begitu saja tanpa ada hasil.
Appropriate treatment should be done and could actually heal / kill the HIV virus. Not to treatment with lifelong therapy that ultimately died within a few time too. It is unfortunate that the program is done in vain and have no benefits at all. So is the budget that is used each year wasted without any resultsSama halnya dengan salah seorang wanita pekerja seks (WPS) yang terinfeksi HIV di salah satu lokalisasi tenda biru di Cibitung, Tambun, Bekasi. Seorang bidan di Puskesmas Kecamatan dan beberapa anggota LSM sedang melakukan sosialisasi advokasi di lokalisasi tersebut. Sesuai dengan pengakuan bidan tersebut, mereka hanya menganjurkan WPS tersebut menggunakan kondom wanita jika melayani “tamu”. Padahal WPS tersebut minimal setiap malam bisa melayani paling sedikit dua orang “tamu”. Bisa dibayangkan berapa banyak dalam setahun yang bisa tertular HIV/AIDS oleh WPS tersebut walaupun sudah menggunakan kondom.
Similarly, one of the female sex workers (FSW) who are infected with HIV in one blue tent in Cibitung localization, Tambun, Bekasi Midwife at healty  center and some members of LSM are advocating socializing in the localization. In accordance with the recognition of the midwife, they only recommend to female sex workers to use of the female condom if it serves "guests". Whereas, the WPS minimum every night can serve at least two "guests". You can imagine how many in a year that could be infected with HIV / AIDS by the WPS despite using condoms.  

Dan seorang dokter juga menanggapi hal tersebut bahwa tidak mungkin menghentikan WPS tersebut dari pekerjaannya karena tidak ada pekerjaan lain. Ini berarti pemerintah tidak serius dalam penanggulangan penularan HIV/AIDS di Indonesia. Mereka dengan sengaja menasionalisasikan virus HIV di Indonesia.

 And a doctor also responded that it is not possible to stop the WPS from the job because there is no other work. This means that the government is not serious in the response to HIV / AIDS in Indonesia. They deliberately nationalized the HIV virus in Indonesia. 

Begitu juga dengan RSU Kabupaten Karawang yang tidak mempunyai alat Tes HIV/AIDS (Oktober 2011). Padahal Puskesmas di kecamatan tersebut mempunyai alat tersebut. Ada apa dengan semua ini …???
Sebuah pengakuan dari Kepala Bidang dan Kepala Seksi P2PL di Dinas Kesehatan Karawang, yang bingung bila mereka menemukan penderita HIV/AIDS di daerah yang mereka kunjungi, tidak tahu apa tindak lanjut buat penderita HIV/AIDS. “Kami bingung mau diapakan mereka ... dan kami hanya mengejar target saja buat laporan …”
Likewise with Karawang district general hospital that do not have test equipment HIV / AIDS (October 2011). Though the district health centers have the tools. What's up with all this ...??? A recognition of the Head of Section and Chief Medical Officer P2PL in health departement Karawang, which confused when they find people with HIV / AIDS in the area they are visiting, do not know what follow-up for patients with HIV / AIDS. "We are confused about what to do with them ... and we were just chasing the target only for the report ... " 
Apa gunanya ada anggaran HIV/AIDS di ketiga lembaga pemerintahan (Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial dan KPA) dan bantuan asing kalau program yang dijalankan tidak bermanfaat sama sekali. Laporan ketiga lembaga tersebut kepada Presiden SBY bahwa program yang mereka jalankan berhasil di Indonesia. Lagu lama “asal bapak senang” …
What good is a budget of HIV / AIDS in the three branches of government (Ministry of Health, Ministry of Social Affairs and KPA) and foreign aid programs that are run are not useful at all. Three institutions report to the President that they run successful programs in Indonesia. Old song "from father happy" ... Kenapa medis tidak mau mengakui kegagalan atas program yang mereka jalankan selama ini kepada masyarakat dalam penanggulangan HIV/AIDS …??? Tidak usah malu … akui saja kalau gagal … atau takut tidak dapat gaji tambahan dari foundation asing …???
Medical why would not admit the failure of the program that they run so far to the public in the prevention of HIV / AIDS ...??? Do not be ashamed to admit it ... if it fails ... or fear of not being able to pay extra from a foreign foundation ...???