OBAT HIV

Rabu, 25 Januari 2012

HIV/ AIDS treatment by using Sari Dinda herb

Sari Dinda from the nature to restore hopes for the hopless HIV/AIDS patients. Sari Dinda is a breakthrough innovation in herbal treatment for restoring the HIV/AIDS patients. Sari Dinda has been proven to eliminate and kill HIV for many people in Indonesia. Using nature as the sole source for ingredients, Sari Dinda consist of 23 kind of plants and fruits and divided into 7 types:
1. Liquid : Green and Yellow
2. Capsule : Green, Red and Brown
3. Spray liquid
4. Flour

Treatment process for patients in :
Window phase
i. Directly kill the virus in the blood using Sari Dinda
ii. Blocking the virus from entering the gland by scrubbing
AIDS phase
i. Restoring body organs
ii. Increasing immune and durability system (CD4)
iii. Killing virus in the blood stream
iv. Extracting virus form the gland

The following are experimental results that we have successfully done to 3 people with HIV from a different transmission: injection drugs, uterus and sex.

Renda, 28 years old (injecting drug users)
Before consuming Sari Dinda Herb
Date Laboratory Number Laboratory Name Diagnosis
October 01, 2008 381001040 RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta HIV Positif
October 07, 2008 0810070199 Prodia, Jakarta CD 4=779


Date April 26, 2009 - May 05, 2009 ( 14 days) consumed Sari Dinda Herb

After consuming Sari Dinda Herb
Date Laboratory Number Laboratory Name Diagnosis
May 15, 2009 290515783 RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta HIV Negatif
August 25, 2009 290825786 RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta Hiv Negatif

Bella, 3 years old
Before consuming Sari Dinda Herb
Date Laboratory Number Laboratory Name Diagnosis
April 17, 2010 085003214 RS Banjarmasin HIV Positif

Date Mei 14, 2010 - Juni 01, 2010 (21 days) consumed Sari Dinda Herb

After consuming Sari Dinda Herb
Date Laboratory Number Laboratory Name Diagnosis
June 5, 2010 085114275 RS Banjarmasin HIV Negatif


Melati, 26 years old ( 7 months pregnant)
Before consuming Sari Dinda Herb
Date Laboratory Number Laboratory Name Diagnosis
March 26, 2011 1032654330 Mayapada Hospital, Tangerang HIV Positif
March 29, 2011 11030865 Siloam Hospital, Tangerang HIV Positif
March 31, 2011 1103310305 RS Kanker Dharmais, Jakarta CD4=924cell/ul

Date June 4, 2011 - July 1, 2011 (26 days) consumed Sari Dinda Herb

After consuming Sari Dinda Herb
Date Laboratory Number Laboratory Name Diagnosis
June 04, 2011 1106040129 RS Kanker Dharmais, Jakarta HIV-RNA: Virus tidak terdeteksi
August 08, 2011 1108080215 RS Kanker Dharmais, Jakarta HIV Negatif

Jumat, 20 Januari 2012

PENGOBATAN HIV/AIDS SECARA DINI / TTREATMENT OF HIV/AIDS EARLY

Ketika anda sudah merasakan gejala atau sudah melakukan tes HIV dan hasilnya Positif (Reaktif), sebaiknya langsung melakukan pengobatan. Jangan tunggu terlalu lama, apalagi biasanya manusia kalau masih bisa beraktifitas belum mau melakukan pengobatan. Jangan kondisi fisik makin memburuk baru melakukan pengobatan, wktunya lama dan banyak mengeluarkan biaya.

When you already feel the symptoms or had an HIV test and the result is positive (reactive), you should immediately take medication. Do not wait too long, especially if the man is usually still Able to indulge not want to take medication. Do physical condition worsened new to treatment, and many long costs. 

Hal ini kami sampaikan karena sesuai dengan pengalaman, jika mereka yang baru tertular atau masih dalam masa jendela, biasanya jumlah virusnya masih sangat minim, bisa 1000 – 2000 copies dan biaya yang dikeluarkan untuk melakukan pengobatan tidak terlalu mahal.

This we say Because According to experience, if they were newly infected or still in the window period, usually the amount of the virus is still very minimal, can 1000 - 2000 copies and costs incurred to perform the treatmepies.

Harga satu paket Sari Dinda Rp 3.455.000 dapat membunuh 3600 copies virus. Jadi kalau virus anda masih dibawah 3000 copies, biaya yang anda keluarkan tidak terlalu mahal.
Karena harga satu kapsul hijau pembunuh virus Rp 15.000 dapat membunuh 20 – 35 copies virus. Jadi bisa anda bayangkan berapa biaya yang harus anda keluarkan jika virus di dalam tubuh anda jumlahnya 1.000.000 copies ( hanya kapsul pembunuh virusnya saja anda harus keluarkan biaya Rp 750.000.000).


The price of a package of Rp 3,455 million Sari Dinda copies 3600 virus can kill. So if your virus is still below 3000 copies, money you spend is not too expensive. Because the price of a green capsule Rp 15.000 killer virus can kill 20-35 loads copies.So can you imagine how much should you spend if the virus in your body number 1,000,000 copies (only the killer virus capsules you just have to spend the cost of Rp 750,000,000). 
Mengapa harganya mahal?
Salah satu bahan yang kami gunakan adalah buah kiwi yang sengaja kami impor dari luar negeri ( 1kg = Rp 200.000). Terpaksa memang kami harus mengimpornya karena kiwi yang dihasilkan di Indonesia menggunakan pestisida, sedangkan kami butuh yang benar-benar alami. Buah kiwi tersebut kami peras airnya dan itulah yang kami gunakan sebagai salah satu bahan yang kami campur dengan tumbuhan lain. Sangat sedikit air yang di dapat dari hasil perasan buah kiwi, dan kami tidak melakukan campuran dengan air. Semuanya murni dan tanpa bahan pengawet, sehingga tidak ada efek sampingnya.

Why they're expensive? One of the materials that we use is that we Deliberately frnt imported kiwi fruit is not too expensive. The price of a package of Rp 3,455 million Sari Dinda coom 3600 virus can kill abroad (1kg = Rp 200,000). Indeed we should be forced to import it Because kiwis are produced in Indonesia using pesticides, while we need a truly natural. The kiwi fruit we squeeze the water and that's what we use as an ingredient that we mix with other plants.Very little water in the can from the kiwi fruit juice, and we do not mix with water.Everything is pure and without preservatives, so there are no side effects. 

Kami juga pernah mencoba melakukan pendekatan kepada pemerintah agar mau menggunakan herbal Sari Dinda untuk pengobatan HIV/AIDS di Indonesia, supaya banyak masyarakat yang kurang mampu tertolong dan mendapatkan kesembuhan. Namun pemerintah tidak peduli dengan yang kami tawarkan.
Padahal sangat banyak penderita HIV/AIDS yang tidak mampu namun ingin menggunakan herbal Sari Dinda karena mereka sangat yakin dan ingin sembuh.

We also tried to approach the government to want to use herbal Sari Dinda for the treatment of HIV / AIDS in Indonesia, so a lot of people who are less Able to be saved and get healing. But the government does not care that we offer. Yet so many people with HIV / AIDS who can not afford but want to use herbal Sari Dinda Because they are very confident and want to recover. 

Semoga dengan keterbukaan kami ini, penderita HIV/AIDS terbuka pikirannya terutama yang masih dalam masa jendela agar segera melakukan pengobatan. Supaya cepat mendapatkan kesembuhan (HIV Nonreaktif/Negatif).

Hopefully with our openness is, people with HIV / AIDS are still open-minded, especially in the immediate future so that the window treatment. In order to get healing quickly intervening (nonreactive HIV / Negative). 

HIV/AIDS PADA WANITA HAMIL / HIV/AIDS IN PREGNANT WOMEN

Virus HIV dapat hidup dan berkembang biak di dalam darah dan kelenjar dalam tubuh manusia.
Yang termasuk kelenjar dalam tubuh manusia adalah semua cairan yang ada dalam tubuh manusia, antara lain : keringat, air susu ibu, air seni, ludah, cairan sperma, cairan vagina.
Para medis mengatakan bahwa ARV dapat menekan pertumbuhan virus HIV … Kemana virus HIV ditekan??? … Kenapa paramedis tidak pernah menguraikan dan memberitahukan secara mendetail kepada masyarakat kemana ditekannya virus HIV tersebut …???

HIV virus can live and multiply in the blood and glands in the human body. Which includes the glands in the human body are all fluids in the human body, among other things: sweat, breast milk, urine, saliva, semen, vaginal fluids. The medics said that the drugs can suppress the growth of the HIV virus HIV virus suppressed ... Where??? Why Paramedics ... and never give a detailed outline to the community where the HIV virus suppressed ...??? 

Karena pada kenyataannya, mereka yang telah mengkonsumsi ARV secara rutin, ketika jumlah virusnya (HIV-RNA/VIRALOAD) di tes ternyata hasilnya TIDAK TERDETEKSI/UNDETECTED. Kondisi tubuhnya juga sangat lemah, warna kulitnya pucat. Kemana lari virusnya … ??? Apakah bisa keluar dari tubuh manusia … ???

Because in reality, those who had Consumed drugs Regularly, when the amount of virus (HIV-RNA/VIRALOAD) in the test result was NOT Detected / UNDETECTED. Body condition is also very weak, pale skin color. Where the virus run ...??? Is it out of the human body ...??? 

Sesuai dengan temuan kami di lapangan, mereka yang rutin mengkonsumsi ARV ketika tidak lagi mengkonsumsi dan dilakukan tes jumlah virus kembali, jumlahnya sangat banyak ( ratusan ribu copies bahkan sampai jutaan copies). Ini berarti terbukti bahwa ARV menekan virus dari darah masuk ke dalam kelenjar, dan di dalam kelenjar virus HIV juga dapat berkembang-biak.

In accordance with our findings in the field, those who Regularly consume drugs when no longer consume and the amount of virus re-do the test, there are huge numbers (Hundreds of Thousands and even millions of copies of copies). This means proven that the drugs suppress the virus from the blood into the glands, and glands in the HIV virus can also breed. 

Sesuai dengan berita di media masa tentang 6 orang wanita hamil di Bekasi yang terinfeksi HIV dan mengikuti program yang dianjurkan dokter yaitu PMTCT yang mengatakan bahwa jika rutin mengikuti terapi yang dianjurkan dokter, maka si bayi tidak akan tertular.
Pernyataan dokter tersebut tidak sesuai dengan analisa yang telah kami uraikan diatas. Semuanya tergantung bagaimana kondisi awal si ibu yang terinfeksi HIV. Jika masih dalam masa jendela atau jumlah virus masih sedikit, kemungkinannya bayi tidak tertular. Namun jika jumlah virus si Ibu sudah banyak, bisa dipastikan si bayi akan tertular. Ditambah lagi dengan si Ibu yang mengkonsumsi ARV secara rutin, maka virus akan masuk ke dalam kelenjar dan secara otomatis bayi yang di dalam kandungan akan tertular melalui kelenjar yang ada di dalam rahim.

According to the news in the media about 6 people in Bekasi pregnant women who are infected with HIV and to follow the program recommended PMTCT doctor who said that if regular doctors follow the recommended treatment, then the baby will not be infected. The doctor's statement is not in accordance with the analysis that we have described above. It all depends on how the initial conditions of the HIV-infected mothers. If still in the window period or the amount of virus is still small, the baby Likely not infected. However, if the amount of the mother has a lot of viruses, we can be sure the baby will be infected.Coupled with the mother who Regularly consume drugs, then the virus will get into the gland and automatic baby in the womb will be contracted through a gland that is in the womb.
 

 Jika si bayi tertular, apakah paramedis mau bertanggung jawab ???
Jadi sebaiknya harus hati-hati paramedis dalam memberikan pernyataan kepada pasien atau masyarakat.
Jadi usahakan wanita yang terinfeksi HIV sebaiknya ditunda dulu untuk mempunyai anak, karena akan menimbulkan masalah baru dan menambah jumlah orang yang tertular virus HIV.






If the baby is infected, Whether Paramedics would be responsible??? 

So you should be careful Paramedics in a statement to the patient or a public.So try to HIV-infected woman should be postponed to have children, Because It will create new problems increase of the number of people infected with the HIV virus

Sabtu, 24 Desember 2011

Makanan tambahan yang sangat berguna bagi penderita HIV/AIDS / FOOD ADDITIVES ARE RECOMMENDED FOR PEOPLE LIVING WITH HIV

Jangan hanya asal makan kenyang, tapi perlu diperhatikan makanan apa yang sedang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi sel-sel darah yang baru.
Food additives are very useful for people with HIV / AIDS Do not eat well just home, but keep in mind what food is needed by the body to produce blood cells are new. Makanan tambahan yang dianjurkan bagi ODHA :
Food additives are recommended for people living with HIV1. Tepung sagu/kanji sebanyak ½ kg dicampur dengan 1/4kg gula merah (sangat baik jika ada gula merah aren). Berguna untuk melapisi lambung serta berguna untuk meningkatkan kalori dalam tubuh. Dimasak seperti lem dan usahakan jangan ada yang menggumpal tepungnya.
1. Corn starch / starch ½ kg of brown sugar mixed with 1/4kg (very good if there is sugar palm). Useful for lining the stomach and useful to increase calories in the body. Cooked like glue and try not there a clump of flour ..

2. Bubur kacang hijau dicampur dengan gula merah (aren) minimum 1 mangkuk/hari, berguna untuk memproduksi sel-sel darah baru di dalam tubuh, menghasilkan protein yang cukup tinggi, di dalamnya terdapat sumber mineral penting antara lain kalsium dan fosfor yang bermanfaat untuk memperkuat tulang. Lemaknya merupakan asam lemak tak jenuh sehingga baik untuk jantung.
2. Green bean porridge mixed with brown sugar (palm) minimum 1 cup / day, useful for producing new blood cells in the body, resulting in a fairly high protein, in which there is an important source of minerals such as calcium and phosphorus are beneficial for strengthening bones Fat is unsaturated fatty acids so it is good for the heart.
3. Madu (lebih baik yang asli), minimum 3 sendok/hari. Madu adalah makanan yang mengandung aneka zat gizi seperti karbohidrat , protein , asam amino, vitamin, mineral, dekstrin , pigmen tumbuhan dan komponen.
3. Honey (preferably the original), minimum 3 scoops / day. Honey is food containing various nutrients such as carbohydrates, proteins, amino acids, vitamins, minerals, dextrin, plant pigments and components4. Telur ayam kampung, minimum 6 butir/hari. Boleh setengah matang/matang. Selain sumber kalori dan protein hewani yang cukup baik (mudah diserap usus dalam jumlah yang banyak).
4. Chicken eggs, minimum 6 rounds / day. Be half-baked / cooked. In addition to calories and animal protein sources are pretty good (easily absorbed by the intestine in large numbers). 5. Telur bebek minimum 1 butir/hari. Telur bebek memang banyak mengandung lemak dan protein.

5. Minimum duck egg 1 egg / day. Duck egg does contain lots of fat and protein6. Susu sapi minimum 2 gelas/hari. Segelas susu terdapat antara lain:

· Potasium, yang menggerakkan dinding pembuluh darah agar tetap stabil.

· Zat besi, mempertahankan kulit tetap bersinar.

· Tyrosine, mendorong hormon kegembiraan dan membuat tidur lebih nyenyak.

· Kalsium, menguatkan tulang.

· Magnesium, menguatkan jantung dan sistem saraf.

· Yodium, meningkatkan kerja otak besar.

· Seng, menyembuhkan luka dengan cepat.

· Vitamin B2, meningkatkan ketajaman penglihatan.
 6. Minimum 2 cups milk cow / day. Glass of milk are among others:

• Potassium, which drives the blood vessel walls to remain stable.
• Iron, maintain glowing skin.
• Tyrosine, hormones encourage excitement and makes you sleep better.
• Calcium strengthens bones.
• Magnesium, strengthens the heart and nervous system.
• Iodine, improve brain works great.
• Zinc, heal wounds quickly.
• Vitamin B2, improve visual acuity.


7. Daging sapi 1 potong/hari. Daging sapi mengandung:

· Zat Besi Penting untuk perkembangan otak maksimal.

· Zinc atau Seng Diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh Vitamin B memperkuat fungsi saraf,daya ingat dan konsentrasi.

· Protein penting untuk membentuk dan mempertahankan otot,darah,kulit dan jaringan tubuh lainnya.

· Omega 3 Sangat berguna untuk kesehatan saraf dan jantung.

· Selenium Bermanfaat untuk menambah kekebalan tubuh.

· Vitamin D Bermanfaat untuk kesehatan tulang.
7. 1 beef cattle / day. Beef contains:


• Iron is important for maximal brain development.
• Zinc or Zinc Necessary to increase endurance Vitamin B strengthen nerve function, memory and concentration.
• Protein is important to build and maintain muscle, blood, skin and other body tissues.



8. Jahe. Usahakan sediakan jahe dalam jumlah banyak (1kg, jahe yang kecil/jahe mprit), karena sangat diperlukan dalam mendukung pengobatan. Caranya dengan merebus 1 - 2 siung jahe dengan 1,5 gelas, setelah mendidih dicampur dengan 2 sendok makan madu. Berguna untuk mengatasi rasa mual, masuk angin, demam/menggigil.




Adapun beberapa pantangan yang harus dihindari penderita HIV/AIDS adalah :

Hindari mengkonsumsi : Kopi, santan, dan buah anggur dan durian serta makanan/minuman dingin

Hindari berhubungan intim (seks), onani dan masturbasi.

Minggu, 18 Desember 2011

Herbal Sari Dinda

Kelebihan dari suatu eksperimen herbal yang tidak mempunyai efek samping dalam kesehatan manusia sangat kita rasakan manfaatnya, sebab Allah Sang Maha Pencipta sangat peduli terhadap ciptaanNYA yang mulia. Namun kita manusia yang bodoh ini tidak mau menyelidiki bahwa ciptaan Allah itu sempurna adanya. Karena sebelum Allah menciptakan manusia, telah dilengkapiNya kebutuhan tubuh manusia dari alam sekitar kita.


Sebab itu kami mencoba bereksperimen dengan ciptaan Allah tersebut, dalam menanggulangi penderita HIV/AIDS.

LSM TWO S telah berhasil melakukan sebuah terobosan terbesar dengan berhasilnya menciptakan ramuan pembasmi virus HIV yang secara langsung telah dirasakan manfaatnya oleh mereka yang sebelumnya telah merasa pasrah dengan penyakit tersebut.
Herbal Sari Dinda terdiri dari 23 jenis tumbuhan dan buah-buahan. Dan terbagi dalam 7 (tujuh) jenis, yaitu:

1. Cairan Hijau (2250ml)
Berkhasiat untuk memulihkan fungsi ginjal dan paru-paru serta nyeri persendian yang sudah dirusak oleh virus, melancarkan peredaran darah serta membuang bangkai virus ke pencernaan.
2. Cairan Kuning (750ml)
Berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh manusia dan menghasilkan sel-sel darah yang baru.
3. Kapsul Hijau
Berkhasiat untuk membunuh virus dalam darah.
4. Kapsul Merah
Berkhasiat untuk memulihkan kinerja otak dan fungsi saraf.
5. Kapsul Coklat
Berkhasiat untuk memperbaiki organ tubuh yang terinfeksi akibat virus.
6. Cairan Semprot (400ml)
Berkhasiat untuk menghilangkan jamur dan sariawan pada rongga mulut, kerongkongan dan sekitar alat kelamin serta bintik-bintik merah/hitam di kulit.
7. Tepung (500 gr)
Berkhasiat untuk menghalau virus yang bersembunyi di kelenjar agar masuk ke dalam darah.Sehingga dapat di bunuh di dalam darah.
Untuk satu paketnya dapat dikonsumsi selama 6 (enam) hari, terdiri dari :

A. Kapsul
1. Kapsul Hijau : 30 kapsul/hari x 6 hari = 180 kapsul
2. Kapsul Coklat : 3 kapsul/hari x 6 hari = 18 kapsul
3. Kapsul Merah : 3 kapsul/hari x 6 hari = 18 kapsul
Jumlah = 216 kapsul

B. Cairan
1. Cairan Hijau = 2250 ml
2. Cairan Kuning = 750 ml
Jumlah = 3000 ml

Penularan HIV/AIDS (Mohon diperhatikan)
HIV dapat menular melalui:

Hubungan seks tidak aman/seks bebas/oral seks (kondom tidak menjamin bahwa anda tidak akan tertular, karena tumpahan sperma dengan cairan vagina bisa menimbulkan resiko tertular). Sebelum cairan sperma dan cairan vagina keluar, ada cairan pelumas yang keluar terlebih dahulu dari alat kelamin, cairan pelumas ini juga dapat menimbulkan penularan.
1. Cairan sperma dan cairan vagina. Ini membuktikan bahwa HIV dapat hidup didalam kelenjar.
2. Penggunaan jarum suntik untuk : tato, tindik dan narkoba yang tidak steril dan secara bergantian.
3. Transfusi darah yang mengandung HIV.
4. Peralatan kedokteran yang tidak steril, sebagai contoh: peralatan bedah.
5. Dari ibu ke anak melalui kelahiran.
6. Dari ibu ke anak melalui air susu ibu.
7. Darah ke darah. Misalnya tangan anda luka dan bersentuhan langsung dengan luka/darah penderita HIV/AIDS.
8. Air Ludah. Berciuman dari mulut ke mulut dengan penderita HIV/AIDS dapat menimbulkan resiko tertular.

Dari pengalaman kami, ODHA (Orang yang hidup dengan HIV/AIDS) dibagi dalam 2 tingkatan yaitu :
1. ODHA dengan masa jendela

Masa jendela adaalah masa antara masuknya virus HIV ke dalam tubuh manusia sampai terbentuknya antibodi terhadap virus tersebut.
Gejala-gejala yang muncul adalah :

panas tinggi disertai menggigil
pusing kepala sebelah (seperti migren)
sakit pinggang
flu
batuk

Jika timbul gejala tersebut pada tubuh kita, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke laboratorium (Tes HIV). Apalagi jika anda sering berprilaku buruk (seks bebas dan pemakai narkoba dengan jarum suntik).
Sesuai hasil eksperimen, kami menghimbau agar odha mengkonsumsi makanan yang bergizi, karena sangat berguna untuk menambah sel-sel di dalam darah serta memperbanyak mengkonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan dan rempah-rempah.

Sebab untuk membunuh virus dalam tingkat ini, yang kami lakukan adalah menggabungkan tiga unsur tersebut, antara lain : tumbuhan kaki tiga, daun sereh, buah sawo, dll.

Untuk mengatasi odha dalam tingkatan ini (sesuai dengan penelitian kami) sangat mudah sekali, yaitu dengan langsung membunuh virus yang ada di dalam darah. Kemudian menghalau virus yang berada di kelenjar agar pindah ke dalam darah dengan menggunakan tepung yang dilulurkan ke seluruh tubuh. Setelah virus tersebut berpindah ke dalam darah, maka virus tersebut kembali dibunuh. Waktu pengobatannya tergantung jumlah virus yang ada.
Jadi sangat dibutuhkan data jumlah virus atau biasa disebut dengan VIRALOAD atau HIV-1 RNA

2. ODHA stadium lanjut (AIDS).
Ciri fisiknya adalah:

infeksi kulit (timbul bintik-bintik hitam di tubuh)
sesak nafas (penyakit paru-paru)
timbul jamur di rongga mulut (terutama di lidah, rongga mulut, kerongkongan serta di alat kelamin)
infeksi otak (toxo)
infeksi di leher (kelenjar getah bening)
jantung bocor
vertigo
diare
penglihatan menjadi kabur
perut kembung (terasa mual)
stroke
ginjal yang tidak berfungsi
nyeri persendian
kaki terasa baal hingga tidak bisa berjalan, dll

Mengapa ini terjadi?
Sebenarnya HIV tidak membunuh manusia, melainkan merusak semua sel-sel yang ada di dalam darah terutama sistem kekebalan tubuh (T Sel/CD4). Sel-sel yang ada dalam darah tersebut ialah sel-sel yang berfungsi menahan virus/ bakteri dan kuman yang masuk ke dalam tubuh. Sehingga, jika sistem kekebalan tubuh kita rusak/rendah, maka tubuh manusia sangat mudah terserang penyakit.
Tahapan pengobatan kami dalam mengatasi odha dalam tingkat ini, yaitu :

Memperbaiki organ-organ tubuh yang telah dirusak oleh virus lain yang masuk ke dalam tubuh.Contohnya : paru-paru, ginjal, jantung, otak, persendian-persendian yang kaku dan lain-lain.

Menaikkan daya tahan tubuh/sistem kekebalan tubuh manusia (CD4). Untuk menaikkan daya tahan tubuh manusia (CD4), kami hanya memerlukan waktu 3 - 6 hari saja. Alasan kami melakukan tahapan tersebut diatas adalah, jika kami langsung membunuh virus, manusia tidak akan bisa bertahan hidup dengan daya tahan tubuh yang sangat rendah. Sementara organ-organ tubuh sudah banyak yang rusak akibat virus-virus yang lain. Setelah virus dibunuh, bangkai-bangkai dari virus tersebut harus dibuang melalui saluran paru-paru dan ginjal. Untuk mengeluarkan bangkai-bangkai virus dalam darah diperlukan tenaga, sehingga kami membangun terlebih dahulu sistem kekebalan tubuh.

Membunuh virus dalam darah Setelah daya tahan tubuh ODHA menaik ( diatas 150 cell), barulah dilakukan pembunuhan virus. Dan dalam masa pembunuhan virus, jumlah CD4 akan turun naik, namun tidak perlu khawatir asalkan mengikuti semua program yang kami anjurkan terutama mengkonsumsi makanan tambahan.

Mengeluarkan virus dari kelenjar. Jumlah virus yang ada di dalam kelenjar pada umumnya 4 kali lipat dari jumlah virus di dalam darah. Apalagi mereka yang telah mengikuti program ARV. Dimana virus akan banyak berkumpul dan berkembang biak di dalam kelenjar. sehingga jumlah virus tidak terdeteksi di dalam darah. Tehnik pengobatan yang dilakukan Sari Dinda untuk mengeluarkan virus dari kelenjar :

1. Dengan melulur seluruh tubuh dengan menggunakan tepung dalam jangka waktu 6 - 8 minggu, sambil mengkonsumsi cairan hijau dan kuning untuk mempertahankan sistem kekebalan tubuh tetap terjaga sehingga virus yang sudah turun ke darah tidak terlalu banyak merusak sel-sel yang ada di dalam darah (sehingga tidak timbul infeksi).
2. Setelah selesai dilakukan lulur, virus yang keluar dari kelenjar ke dalam darah maka dilakukan pembunuhan terhadap virus tersebut sampai tuntas, dengan hasil tes laboratorium menunjukkan HIV NONREAKTIF.


Bahan-bahan yang kami gunakan adalah: umbi-umbian, tanaman air, tanaman padi, dll.
Semua bahan-bahan yang kami gunakan tersebut kami namakan Herbal Sari Dinda.
Dari beberapa ODHA yang telah kami sembuhkan, ada 3 (tiga) odha yang mau dan mengijinkan kami untuk mempublikasikan data-data kesehatan pribadinya untuk menolong odha yang lainnya.
Inilah data-data mereka sebelum dan sesudah mengkonsumsi Herbal Sari Dinda :

1. RENDRA O, 28 tahun

Sebelum mengkonsumsi Herbal Sari Dinda :
SID : 381001040 (Laboratorium RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta)
Tanggal : 01 Oktober 2008
Diagnosis : Anti HIV Penyaring POSITIF

No. Lab : TU0079239A ( Laboratorium RS Kanker Dharmais, Jakarta)
Tanggal : 07 Oktober 2008
CD4% : 26%

No. Lab : 0810070199 (Laboratorium Prodia, Jakarta)
Tanggal : 7 Oktober 2008
HIV-1 RNA : Virus tidak terdeteksi

Tanggal 26 April sampai dengan 5 Mei 2009 (empat belas hari) mengkonsumsi Herbal Sari Dinda.

Sesudah mengkonsumsi Herbal Sari Dinda :
SID : 290515783 (Laboratorium RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta)
Tanggal : 15 Mei 2009
Diagnosis : HIV Penyaring NONREAKTIF

Setelah 3 (tiga) bulan, dilakukan pemeriksaan kembali ke laboratorium dengan hasil sebagai berikut:

SID : 290825786 (Laboratorium RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta)
Tanggal : 25 Agustus 2009
Diagnosis : HIV Penyaring NONREAKTIF

2. BELLA, 3 tahun

Sebelum mengkonsumsi herbal Sari Dinda:

Tanggal : 17 April 2010
Lab : Banjarmasin
Diagnosis : HIV REAKTIF

Sesudah mengkonsumsi herbal Sari Dinda :

Tanggal : 5 Juni 2010
Lab : Banjarmasin
Diagnosis : Antibodi HIV1/HIV2 NONREAKTIF
Antigen P24 NEGATIF

3. MELATI, 26 tahun

Sebelum mengkonsumsi herbal Sari Dinda :
No. Lab : 1032654330 Mayapada Hospital, Tangerang Tanggal : 26 Maret 2011 Diagnosis : Anti HIV REACTIVE

No. Lab : 11030865 (Siloam Hospital, Tangerang Indonesia) Tanggal : 29 Maret 2011 Diagnosis : Anti HIV (Combo/ELISA) REAKTIVE

No. Lab : 1103310305 (Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, Indonesia) Tanggal : 31 Maret 2011 CD4 : 924 sel/ul

Sesudah mengkonsumsi herbal Sari Dinda :
No. Lab : 1106040129 (Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, Indonesia) Tanggal : 4 Juni 2011
HIV-RNA (Viraload) : Virus Tidak Terdeteksi


No. Lab : 1108080215 (Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, Indonesia) Tanggal : 8 Agustus 2011
Diagnosis : ELFA Antigen P24 TIDAK REAKTIF, Anti HIV TIDAK REAKTIF

Persepsi yang salah dalam penularan HIV

HIV dapat hidup di dalam darah dan kelenjar. Bagi sebagian orang sudah banyak tahu bagaimana penularan melalui darah, yaitu : jika tangan anda terluka mengenai tangan orang lain (yang terinfeksi HIV) yang juga terluka, maka timbullah penularan virus.

Namun untuk yang di kelenjar banyak yang tidak mengerti dan memahaminya. Bagian tubuh kita yang termasuk dalam kelenjar adalah : air susu ibu, air liur, cairan vagina (termasuk cairan pelumas), cairan sperma (termasuk cairan yang keluar terlebih dahulu seperti pelumas, sebelum sperma keluar).

Karena virus dapat hidup di dalam kelenjar, otomatis virus juga dapat berpindah melalui kelenjar, sama seperti di darah.

Sebagai contoh, seorang ibu (terinfeksi HIV) yang mempunyai bayi dilarang menyusui bayinya, artinya air susu ibu dapat menularkan HIV.
Begitu juga dengan wanita hamil yang terinfeksi HIV, dikatakan oleh beberapa pihak/medis bahwa si jabang bayi bisa tidak tertular asal mengkonsumsi obat yang mereka anjurkan. Ini sangat menyesatkan, dengan alasan dan pemikiran yang sederhana bahwa : si jabang bayi terbentuk dari gumpalan darah. Virus hidup di dalam darah si ibu tersebut. Bagaimana mungkin si jabang bayi tidak tertular ... ???

Satu hal lagi yang sangat perlu diperhatikan, yaitu penggunaan KONDOM. Banyak yang mengatakan akan aman jika menggunakan kondom bila berhubungan sex (tidak tertular HIV). Hati-hati dengan pernyataan tersebut.

Alasan yang pertama adalah : lubang pori-pori kondom lebih besar dari ukuran virus. Alasan kedua : Sebelum sperma atau cairan vagina keluar, ada cairan lain (pelumas) yang terlebih dahulu keluar dari kemaluan wanita dan laki-laki. Cairan tersebut tersebut juga dapat menimbulkan penularan. Makanya banyak kasus yang muncul, protes terhadap penggunaan kondom. Kenapa saya tertular, padahal saya pakai kondom ... Kalau virus sudah masuk ke dalam tubuh, siapa yang mau bertanggung-jawab? ...

Oleh sebab itu kami sangat berharap, bagi mereka yang tidak tahu atau merasa mengerti dan merasa lebih berpengalaman mengenai seluk-beluk HIV/AIDS, sebaiknya tidak memberikan pendapat secara sembarangan kepada masyarakat. Kalau anda sudah tahu, mengerti dan berpengalaman, kenapa anda tidak menemukan obatnya ...???

ARV tidak dapat menekan pertumbuhan HIV

Banyak informasi yang salah mengenai manfaat ARV, salah satunya adalah dikatakan bahwa ARV dapat menekan pertumbuhan virus di dalam darah. Padahal sesuai dengan pengalaman dan penelitian yang kami lakukan, ARV tidak bisa menekan pertumbuhan virus, malah mengalihkan virus dari dalam darah ke dalam kelenjar. Sehingga ketika melakukan Tes Viraload (jumlah virus) hasilnya menunjukkan Tidak Terdeteksi (Undetected).

Perlu juga diketahui bahwa ARV merupakan makanan bagi virus di dalam kelenjar. Sehingga virus juga dapat berkembang biak di dalam kelenjar. Suatu waktu ketika jumlah makanan (ARV) virus tidak sebanding dengan jumlah virus yang ada di dalam kelenjar, maka virus akan kembali masuk ke dalam darah serta merusak seluruh sel-sel yang ada di dalam darah.

Sebagai contoh, salah seorang penderita HIV/AIDS yang ingin mengikuti pengobatan dengan mengkonsumsi Herbal Sari Dinda bernama "A" telah 4 tahun mengkonsumsi ARV secara rutin. Ketika kami anjurkan melakukan Tes Viraload, hasilnya menunjukkan bahwa Virus Tidak Terdeteksi (No Lab : 1104250421, tanggal 25 April 2011, RS Kanker Dharmais, Jakarta), yang artinya virus tidak ada di dalam darah. Lalu kami anjurkan untuk menghentikan ARV, jika ingin mengkonsumsi Sari Dinda. Hasilnya (No Lab. : 1105130278, 13 Mei 2011, RS Kanker Dharmais , Jakarta), jumlah virus = 492.000 copies/mL.
Inilah bukti bahwa ARV tidak dapat menekan pertumbuhan virus, malah menambah laju pertumbuhan virus.